"Pelayanan yang kami beri nama Nada Online tersebut akan dapat dimanfaatkan masyarakat di wilayah Surakarta pada akhir Oktober 2009 ini," kata Kepala PLN APJ Surakarta, Puguh Dwi Atmanto di Solo, Selasa.
Dia mengatakan, saat ini PLN APJ Surakarta masih menunggu kedatangan perangkat lunak (software) program pelayanan online tersebut.
"Dengan adanya pelayanan online, masyarakat tidak hanya dapat mengurus penambahan daya listrik di kantor PLN saja," kata dia.
Dia mengatakan, masyarakat akan dapat mengurus penambahan daya listrik di kantor-kantor cabang Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan Kantor Pos.
"Daftar pemohon itu akan disampaikan langsung ke kantor PLN," kata dia.
"Setelah masyarakat mengurus di tempat-tempat tersebut, tambah daya dapat diproses secara otomatis tidak lebih dari 2 x 24 jam," kata Puguh.
Dalam pelayanan tersebut, kata dia, pelanggan yang akan dilayani dengan sistem ini adalah untuk penambahan kapasitas 450 volt amper (VA), 900 VA, 1.300 VA, 2200 VA, 3.500 VA, dan 4.400 VA.
Akan tetapi, lanjutnya, saat ini PLN belum bisa menyosialisasikan tarif penambahan daya listrik tersebut karena saat ini masih dalam tahap pematangan.
"Kami akan menyosialisasikannya saat layanan ini kami luncurkan," katanya.
Tidak hanya pada sektor rumah tangga saja, kata dia, sasaran pelanggan yang dituju juga termasuk pada sektor perkantoran dan industri.
Menurutnya, fasilitas tambah daya yang akan diberikan di seluruh wilayah Surakarta tidak mengurangi kenyamanan pelanggan listrik di wilayah tersebut.
"Ketersediaan listrik di wilayah ini masih cukup besar, saat ini beban listrik di wilayah ini berjumlah sekitar 350 Mega Watt (MW), yang sekitar 50 persennya berasal dari sektor industri," kata dia.
Persediaan yang ada, kata Puguh Dwi Atmanto, masih memungkinkan untuk adanya layanan penambahan daya listrik tersebut. (kpl/roc)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar